Kenapa bersih, merawat dan antri sangat susah dilakukan oleh orang kita ya?

image

Coba dah liat pic diatas?? Pic diatas saya jepret di alfamart bandara internasional ngurah rai bali. Ada kerasa yang mengganggu ga teman-teman? Kenapa ya makannya ga bisa bersih? Apa susahnya makan yang bersih? Nungguin orang bersihin? Di alfamart tersebut pegawainya cuma 2 orang dan sudah cukup sibuk untuk mengurus store mereka. Coba juga perhatikan saat ke resto cepat saji yang menyediakan ayam goreng. Kok ya bisa gitu tulang ayam sampai berserakan dilantai, minuman tumpah, nasi belepotan dilantai karena dinjak. Suasana makannya kayak habis gempa bumi atau abis ga makan seminggu.

image

Memang kelihatannya sepele. Tapi bukannya kebersihan adalah bagian dari iman? Kalau wacana bersih ini saya sambungkan ke dunia otomotif entah mobil atau motor bisa nyambung juga. Kendaraan yang kita miliki entah motor atau mobil, pastilah kita beli dengan uang yang didapat setelah bekerja banting tulang. Untuk yang masih ikut ortu, maka ortu yang kerja banting tulang. Apa ga kasian coba. Kendaraan yang awalnya datang dalam keadaan bersih dan kinclong biasanya cuma dirawat cuma beberapa minggu saja. Tapi setelah itu, entahlah. Coba sekarang liatin kendaraan masing-masing dan coba diingat kapan terakhir "disentuh" untuk perawatan entah dimandiin atau mungkin juga disalonin. Kendaraan kita itu juga adalah investasi. Walaupun nilainya akan turun. Tapi itu tetap uang. So ayo kita coba lebih telaten dalam merwat kendaraan kita masing-masing ya. Kalau udah kinclong, resik dan apik hati pasti senang juga kan :)

image

Antri juga begitu. Kalau bisa nyerobot antrian malah bangga. Kok bisa ya? Ya ngerti gitu harusnya. Demi kelancaran semua ya harus ikut urutan. Kalau semua mau duluan tanpa antrian ya siap-siap saja pasti akan makan korban. Biasanya ini terjadi kalau pas pembagian sembako, bagi-bagi uang kampanye, dll.

image

Pic koleksi sendiri dan dari berbagai sumber

9 Komentar

  1. mungkin perlu beberapa generasi untuk menciptakan masyarakat yang disiplin

    BalasHapus
  2. Secara ga langsung org bule akan mengikuti budaya buang sampah sembarangan ketika di negara kita aja.. Klo budaya ga antri sih saya lebih sering ngalamin disalip ibu2 saat dikasir (ibu ibunya jago nyentul, makanya bisa disalip.. Hihihii)


    https://mottobiker.wordpress.com/2013/03/12/apa-yang-perlu-dirubah-dari-tiger-jika-nanti-keluar-all-new-tiger/

    BalasHapus
  3. Kan kelihatan dari cara pakai motor.
    Lihat kan banyak main selonong, seenaknya sendiri, knalpot kencng, dll.

    Dengan kondisi itu, tahulah pastinya.
    Cara pakai motor menunjukkan pribadimu.

    BalasHapus
  4. Betul. Maka semua kembali pada diri sendiri lalu menularkan ke orang lain. Sangat berharap banget masyarakat menjadi lebih aware terhadap kebersihan

    BalasHapus
  5. Org bule yg sdh lama di bali kelakuannya sdh sama kayak org lokal. Makan serampangan, melanggar lalu lintas,ngawur, dll. Nah klo disalip ibu2 liat ibu nya dl. Klo msh muda saya lgsng tegur biasanya mas. Tp klo dah tua ya sdh dah mo gmn lg. Kasian

    BalasHapus
  6. kebiasaan dan didikan sejak dini yg mesti diterapkan secara ajib :D

    BalasHapus
  7. Berul mas. Dr awak ditempa agar klo dah besar ga susah ngaturnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama