Gimana mau berprestasi kalau pabrikannya saja ga care

suzuki

Hmm.. Membahas pabrikan motor satu ini sepertinya tidak ada habisnya. Tapi sayangnya bukan prestasi tapi ketidakpuasan. Bagaimana para pegawai suzuki roda dua (R2) bisa berprestasi mencetak rekor penjualan seperti halnya suzuki R4 kalau manajemen nya tidak care.
Bagaiman bisa berprestasi kalau dalam memsarkan produk sepertinya setengah hati. Lineup nya pun terkesan seadanya dan mengekor. Seingat dan setahu saya potensi suzuki itu amatlah besar dan punya potensi untuk merusak persaingan pabrikan motor jepang lainnya.
Dahulu Kawasaki adalah pabrikan "kacang" yang masih dianggap anak bawang dan levelnya dibawah suzuki. Tapi sekarang coba lihat. Itu tidak terlepas dari kemauan KMI untuk mendobrak pasar dengan produk yang bagus. Tentu resiko selalu ada. Tapi tentu top management sudah menghitung dengan presisi jika meleset dari target. Daripada membuat produk yang seadanya dan ikut-ikutan "berperang" di pasar gemuk skutik yang jelas-jelas sudah dikuasai oleh honda dan yamaha. Mau sampai kapan seperti ini? Ingat para top management diatas sana. Banyak pegawai di bawah anda yang menggantungkan hidup dari anda. Selayaknyalah anda juga berpikir tentang mereka. Kalau memang suzuki R2 cuma proyek iseng-iseng mending ditutup aja sekalian. Agar pegawai anda tidak terlalu banyak berharap. Semoga berguna

images

14 Komentar

  1. Padahal dulu suzuki nomor 2 setelah Honda. Saya masih ingat tagline Shogun dulu waktu merajai road race

    BalasHapus
  2. setengah hati mau melawan satu hati

    BalasHapus
  3. kan lebih murah.. setengah hati lebih mahal drpd satu hati... btw jgn salah bro.. klo mnurut ane sih tuh pabrikan masih untung koq. wong dealernya aj g sdikit yg untung waopun jualannya minim (di jawa lho), klo di Bali dah angkat kaki CSBI :D kagak tahan bro....
    http://yanusakti.wordpress.com/2013/01/12/komparasi-new-vixion-vs-cb150r-akselerasi-top-speed/

    BalasHapus
  4. koreksi "setengah hati lebih murah drpd satu hati" ... :D

    BalasHapus
  5. punya nama di Indonesia tapi menyia-nyiakan nama besar tersebut.
    Inilah akibat klo petinggi pabrikan motor tidak suka sepeda motor itu sendiri. klo memang tidak suka dan hanya bisnis oriented ya coba pemikiran dibawah ini:

    Ibarat orang dagang, sudah jelas kebutuhan calon pembeli, maunya mereka, selera mereka. kan tinggal ngikutin aja.. pasti laris manis. gitu aja koq repot.

    BalasHapus
  6. Bagian R & D -nya lebih fokus ke R4 karena jualannya lebih untung mas.... Berbanding terbalik dengan R2-nya... tp rencananya sih bentar lg mau ngeluarin motor baru jg bebek dan motorsport... kita tunggu aja bagaimana kelanjutannya....

    BalasHapus
  7. Jadi konsumen R2 Suzuki itu artinya siap2 dicuekin masukan dan usulannya, konsumen R4 nya sih sebenarnya sama aja...cuma keliatan bagus gara2 ER3 sisanya juga sebentar2 discontinue di ganti sama tipe yg jelek.

    BalasHapus
  8. manajemen saja disatuin R2 dan R4, dari itu saja sudha jelas mereka ga serius jualan....akhirnya fokus ke R4, tutup saja R2 nya!!!

    http://rideralam.wordpress.com/2013/01/13/produk-baru-yamaha-turun-harga-strategi-monozukuri/

    BalasHapus
  9. dari judulnya sudah terduga apa yang mau di bahas... memang repoootttt.... :-(

    BalasHapus
  10. setuju.............shogun dilawan.....!!!!!

    BalasHapus
  11. jadi ingat mantan petinggi yamaha yg punya keinginan mau memajukan Susuki R2 akhirnya g tahan juga...mengundurkan diri krn management yg jlimet........!!!

    BalasHapus
  12. Betul betul betul.. Padahal bapak itu berhasil membawa yamaha ke level yg lebih tinggi. Tapi malah di suzuki harus terpaksa berhenti :(

    BalasHapus
  13. Setujuuuu.. Kasian org2 yang punya potensi tp ga bisa dikembangkan. Suzuki jg ga mungkin memPHK krn biaya akan bengkak. Jd nunggu mpe semua pegawainya stres dan mengundurkan diri. Jd ga mesti bayar pesangon hehehe

    BalasHapus
  14. Hahahaha.. Bener tuh. Sekarang sepertinya semua sumber daya lagi kejar setoran jualan ertiga

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama