ketika suspensi upside down menjadi barang yang biasa

[caption id="attachment_3697" align="aligncenter" width="660"]Jpeg Jpeg[/caption]

Yup.. Seperti judul diatas, MT15 yang rencana nya hadir di tanah air sudah hampir pasti menggunakan suspensi upside down. Ini kalau ga ada perubahan dari pembesar YIMM lagi ya mas bro ;)

Seperti yang kawan-kawan tahu, untuk motor dengan cc kecil, upside down adalah sebuah part yang eksotis. Modifikator berlomba menyatkan suspensi upside down (USD) ini ke motor modif mereka walaupun mereka mesti menebusnya dengan harga yang lumayan.


Tapi lain cerita ya dengan nasib motor kecil di negeri londo sono dimana part USD adalah hal yang biasa di aplikasikan ke motor cc kecil. Ambil contoh saja yamaha YZF R125 dan aprilia RS125. Suspensi USD adalah sebuah "keharusan".
23-33-41-Yamaha-YZF-R125-Blue-Side-View-Image-2015-20161

Nah kali ini yamaha lewat YIMM mencoba memecah kebiasaan tradisional tersebut dimana USD dipasang di motor produksi massal berkubikasi kecil. Saya rasa dari sinilah USD akan merajalela ke beberapa line up yamaha berikutnya. Kenapa? Market yamaha di indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. So dengan kata lain berarti suspensi USF ini akan dibuat dengan jumlah masiv untuk menekan cost production. So maybe next facelift R15 dan R25 akan menggunakan suspensi ini pula. Dan honda tentu tidak akan tinggal diam. So lengan ayun alumunium sudah. USD sudah. Teknologi injekai sudah. Tinggal perangkat rem saja yang belum. Siapa tahu kedepannya motor produksi indonesia menggunakan produk berlisensi brembo. Who knows hehehehe..

Baca juga artikel saya disini

https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/mungkinkah-r15-segera-di-major-facelift/

https://dk8000.wordpress.com/2015/09/23/sepertinya-cb150r-harus-siap-siap-facelift-lagi/

https://dk8000.wordpress.com/2015/09/23/polisi-lagi-main-gta-pakai-mobil-beneran/

https://dk8000.wordpress.com/2015/09/16/3631/

12 Komentar

  1. Nantinya bgtu... gakan wah

    http://macantua.com/2015/09/24/tabung-reservoir-radiator-sonic-150-r-hitam-gimana-cara-ngechecknya/

    BalasHapus
  2. […] https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/ketika-suspensi-upside-down-menjadi-barang-yang-biasa/ […]

    BalasHapus
  3. hiks hiks hiks. klo beneran upside down moga aja cocok ma MT 25. biar bisa dipasang. semoga plug n play. hehehehehe. alamat nyesek MT 25 malah kagak pake.

    BalasHapus
  4. hiks hiks hiks. klo beneran upside down moga aja cocok ma MT 25. biar bisa dipasang. semoga plug n play. hehehehehe. alamat nyesek MT 25 malah kagak pake. suwun.

    BalasHapus
  5. harusnya mereka buat USD yang bisa dipake untuk semua lineup mereka. jadi lebih hemat dalam hal cost production

    BalasHapus
  6. […] https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/ketika-suspensi-upside-down-menjadi-barang-yang-biasa/ […]

    BalasHapus
  7. […] https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/ketika-suspensi-upside-down-menjadi-barang-yang-biasa/ […]

    BalasHapus
  8. […] https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/ketika-suspensi-upside-down-menjadi-barang-yang-biasa/ […]

    BalasHapus
  9. […] https://dk8000.wordpress.com/2015/09/24/ketika-suspensi-upside-down-menjadi-barang-yang-biasa/ […]

    BalasHapus
  10. yang lain ngikutin hahahhahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama