Setujukah jika ada acara tahunan tapi menyebabkan traffic jam?

image

Denpasar festival tahun ini diadakan sudah untuk yang ke 5 kalinya yakni mulai tanggal 28-31 desember 2012. Ide utamanya adalah menghadirkan pasar rakyat untuk rakyat. Menurut saya hal ini sangat bagus sekali dimana pemerintah berusaha menyediakan ruang publik untuk masyarakat denpasar khususnya. Tapi dibalik itu ada sebuah masalah yang menurut saya juga sangat pelik. Teman-teman pasti bisa menebaknya. Yup kemacetan yang me-naga. Bukan mengular lagi. Tapi sudah lebih parah. Kenapa saya berkata seperti itu? Denpasar festival diadakan tepat di jantung kota denpasar. Tepatnya di lapangan puputan badung. Ada beberapa ruas jalan yang ditutup dan dialihkan. Nah inilah yabg menyebabkan beberapa ruas jalab mengalami kemacetan yang parah seperti fi jalan gajah mada, diponogoro, sutoyo yang menyebabkan efek domino yang menjalar hingga ke ruas jalan lainnya. Sudah cukupkah? Ternyata belum. Adanya pusat oleh-oleh yang berada di tengah kota juga menyumbang kemacetan yang bertambah luas. Jalan nusa kambangan salah satunya. Mungkin kalau teman-teman yang sedang holiday saat peak season ini dan kebetulan memasuki kota denpasar, pasti akan mengalami hal yang saya sebutkan ini. Jadi untuk kedepannya mungkn bisa dicarikan solusi mengatasi hal ini. Pasar rakyat sangat bagus. Tapi alangkah lebih elok lagi jika tidak menyebabkan efek berantai yakni kemacetan. Mungkin pemerintah bisa menyiapkan semacam shuttle yang bisa mengangkut penumpang dari sebuah pool/parkir umum. Untuk parkir umum ini juga pemerintah bisa bekerja sama dengan swasta. Jadi semua kendaraan berhenti disana dan diangkut memakai shuttle. Sekalian juga mengajarkan masyarakat bahwa naik kendaraan umum adalah bukan sesuatu hal yang memalukan. Apalagi jika kendaraan umumnya nyaman. Gimana teman-teman?

8 Komentar

  1. acara tahunan yg paling baik adalah zikiran dirumah :mrgreen: http://brigade15.wordpress.com/2012/12/30/foto-foto-modif-daihatsu-feroza/

    BalasHapus
  2. Di jalanan pasti akan macettttt

    BalasHapus
  3. klo sya setuju-setuju saa mas, soalnya masyarakat kita masih haus akan tontonan dan menjadi "kebutuhan" untuk berkumpul bersama keluarga. toh macet seperti acara tahun baru hanya terjadi satu kali setahun. sudah jadi tugas pak polisi untuk amankan acara dan urai kemacetan :) kita juga koq yang bayar mereka pake uang pajak hehehe.. so rakyat adalah raja, maunya raja ya ikutin aja asal bertanggung jawab dan tidak arogan di jalan, namanya tahun-baruan ya macet ;)

    BalasHapus
  4. Kira-kira plus minusnya banyakan mana mas... Soale aku belum pernah kesana je....

    BalasHapus
  5. Hehehe.. Pendapat mas saya setuju. Jdnya supaya tidak menambah macet saya dan istri tahun baruan dirumah saja :)

    BalasHapus
  6. Kalau dihitung jumlah manfaatnya sih banyak untungnya mas. Soalnya walopun sudah macet tetep aja datang. Ini juga menunjukkan masyarakat kita perlu ruang publik. Mungkin di kemudian hari agar lebih ditata saja biar win-win solution. Jalanan ga macet tp masyarakat bisa menikmati ruang publik

    BalasHapus
  7. aku juga di rumah. wong hujan sampe sampe jam 10 malam. motor sudah dicuci, males jadinya. nonton di bundaran HI aja (by tv) hehehe..

    BalasHapus
  8. Denpasar ga ujan mas. Cuma gerimis. Cuma ikut acara keluarga besar mpe jam 11 lalu cabut pulang. Jam 12.00 cuma liat tipi. Lalu jam 1 tidur. Maklum besok paginya mesti anter istri ke bandara hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama